Mengulik lagu-lagu legend di album 'Weezer (Teal Album)'

Updated: Mar 29

Belakangan ini saya sedang sering mendengarkan musik era 2000-an awal di Spotify, termasuk lagu-lagu lama dari band rock asal Amerika 'Weezer', terutama single yang berjudul ''Island in the Sun'' dan ''Hash Pipe'', kedua lagu tersebut direlease pada tahun 2001 dalam album berjudul ''Weezer (Green Album)''. Tidak sengaja saya 'menemukan' album Weezer lain yaitu album ''Weezer (Teal Album)'', album keluaran tahun 2019 yang berisi cover dari lagu-lagu populer lawas legendaris, termasuk lagu ''Stand by Me'' (lagu original direlease tahun 1961) milik Ben E. King.


Saya pribadi sebenarnya tidak begitu tertarik dengan album yang berisi lagu-lagu cover, terutama jika band yang membawakan lagu-lagu cover tersebut adalah band sebesar Weezer, band yang sejak awal 90-an sudah mencetak banyak international hits seperti lagu ''Say It Ain't So'' dan ''Buddy Holly'', namun sederet judul lagu legendaris di ''Teal Album'' ini berhasil menggoda saya untuk mendengarkan full 1 album milik band yang ketika saya menulis artikel ini beranggotakan Rivers Cuomo (lead vocals/guitar), Patrick Wilson (drums), Brian Bells (guitar/backing vocals), dan Scott Shriner (bass/backing vocals). Berikut saya ulas beberapa lagu yang termasuk di dalam ''Teal Album'' ini.


Yang pertama ada lagu ''Take On Me'' yang versi originalnya dibawakan oleh band synth-pop asal Norwegia ''A-ha'', dari intro lagu yang sangat iconic sampai dengan nada tinggi di lirik yang berbunyi ''in a day or twoo..'' berhasil dieksekusi dengan baik oleh Weezer. Tak ketinggalan, Weezer juga membuat music video untuk lagu ini dengan teknik animasi retoscoping (menggabungkan live action video dengan animasi sketsa pensil), teknik yang sama yang digunakan oleh band A-ha di original music videonya lagu ''Take On Me'' ini.


Kedua, ada lagu ''Africa'' dari band ''Toto'' yang populer di awal tahun 80-an. Walaupun dari segi genre masih cenderung sama (soft rock), menurut pendapat sok taunya saya, lagu ''Africa'' versinya Weezer ini terdengar lebih modern, mungkin karena unsur efek musik seperti flute dan kalimba tidak ditampilkan sekental di lagu originalnya. Tentu tidak akan pernah mudah mengcover sebuah lagu yang sudah sangat populer dari band yang juga sangat influential seperti Toto (fyi, Ahmad Dhani pernah menyampaikan bahwa musik Dewa 19 pada awalnya juga terinfluence oleh band Toto), namun menurut saya Weezer mengemas lagu ''Africa'' ini dengan proporsional dan tetap sedap untuk didengarkan.


Selanjutnya ada lagu ''Billie Jean'' dari sang King of Pop Michael Jackson. Saya tidak berekspektasi berlebih ketika ada artist yang mengcover lagu-lagu dari Michael Jackson, apalagi mengcover salah satu lagu paling populer di dunia seperti lagu Billie Jean (hampir 1 milliar views di YouTube & 800+ juta streams di Spotify), sekaligus lagu yang termasuk di dalam album musik paling sukses sepanjang sejarah permusikan (album ''Thriller'' terjual lebih dari 60 juta copy di seluruh dunia), tentu saya pribadi lebih suka versi original dari lagu ini, namun ketika sedang ingin mendengarkan versi alternatif dari lagu-lagu Michael Jackson, saya bisa sangat enjoy mendengarkan lagu ''Billie Jean'' versinya Weezer, sebagai perbandingan, sama enjoynya ketika saya mendegarkan lagu ''Beat It'' ketika dicover oleh band ''Fall Out Boy''.


Lagu terakhir yang ingin saya bahas di artikel saya ini, sekaligus lagu favorit saya di ''Teal Album'' ini, adalah lagu ''Paranoid'' dari band legend asal Inggris ''Black Sabbath''. Lagu ini menjadi personal favorite saya karena ini satu-satunya lagu bergenre heavy metal yang dicover oleh Weezer di album ke-12 mereka ini dan gak tau kenapa, karakter vokal sang vokalis, Rivers Cuomo, di lagu ini terdengar mirip dengan karakter vokal Ozzy Osbourne yang merupakan vokalis dari ''Black Sabbath''. Seperti lagu-lagu lain di album cover ini, lagu ''Paranoid'' yang berdurasi 2 menit 44 detik ini juga dikemas lebih kekinian (modern), tentunya agar lebih relevan untuk didengar oleh penikmat musik di jaman sekarang.


Ada 6 lagu lain yang terlalu panjang jika saya bahas satu persatu di artikel ini, yaitu lagu ''Everybody Wants to Rule the World'' (Tears for Fears), ''Sweat Dreams (Are Made of This)'' (Eurythmics), ''Happy Together'' (The Turtles), ''Mr. Blue Sky'' (Electric Light Orchestra), ''No Scrubs'' (TLC), dan ''Stand by Me'' (Ben E. King). Overall saya sangat enjoy mendengarkan seluruh lagu di ''Teal Album'' ini dan saya biasa mendengarkan lagu-lagu di album ini saat santai atau saat akan memulai bekerja di pagi hari. ''Teal Album'' ini bisa didengarkan di platform pemutar musik digital Spotify atau di offical YouTube channelnya Weezer.


Selamat mendengarkan.


21 views0 comments