Mengulik Lagu 'Apatis' & Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors

Updated: Apr 27

Menurut aku, John Lennon adalah seorang musisi yang pemikirannya sangat progressive, bayangin aja di tahun 1971, beliau menulis lagu 'Imagine' dimana di dalam lagu tersebut terdapat sepenggal lirik yang berbunyi ''... Imagine there's no countries, it isn't hard to do, nothing to kill or die for..'', lewat lirik lagu itu kita diajak berimajinasi tentang hidup tanpa boundaries, bebas dari belenggu keserakahan, dan dalam kedamaian.


Apa ya kira-kira yang mengilhami John Lennon sampe bisa kepikiran nulis lirik sekeren itu? Andai saja John Lennon masih hidup di tahun 2020 ini, dimana terjadi pandemi Covid-19, lirik lagu seperti apa ya yang bakal beliau tulis? Atau bayangin John Lennon tinggal di Indonesia dan ngadepin situasi ricuh yang disebabkan oleh pengesahan Omnibus Law, apakah lagu yang revolutionary semacam lagu 'Working Class Hero' akan kembali beliau tulis?


Berandai-andai aja karena lately aku lebih sering nemu lagu soal cinta-cintaan dan lagu-lagu yang lirik-liriknya cenderung konservatif. Belakangan ini aku juga kerap menemukan band-band indie yang dalam penulisan lirik-lirik lagunya sering menggunakan kata-kata yang sophisticated, terkesan tidak lazim, tapi menurut pendapat aku pribadi terkesan tendensius dan kurang bisa ditangkap message dari lagu-lagunya, atau mungkin otak aku aja sih yang nggak nyampe hehehe.


Terkait penulisan lirik dan penciptaan lagu, aku mau ngajak kalian yang lagi baca tulisan ini untuk flashback ke tahun 70-an akhir, dimana saat itu Radio Prambors mengadakan 'Lomba Cipta Lagu Remaja' atau lebih beken dikenal dengan singkatannya yaitu 'LCLR'. Wait, mungkin referensi tahun 70-an akhir agak kurang relevan ya buat kalian yang saat baca tulisan ini masih berumur belasan atau dua puluhan tahun, tapi kontes penciptaan lagu semacam LCLR ini pernah nge-hype lagi kok di tahun 2000-an, tepatnya di tahun 2005-2006, TV7 (sekarang Trans 7) pernah mengadakan ajang penciptaan lagu melalui TV show yang diberi nama 'Cilapop' (Cipta Lagu Populer). Lagu yang sempat melejit berkat ajang Cilapop ini diantaranya lagu 'Kubenci Kau Dengan Cintaku' (dinyanyikan oleh Thito) dan 'Jadikan Aku Yang Kedua' (dinyanyikan oleh Astrid).


Balik lagi soal LCLR, banyak lagu keren (dan populer dijamannya, pastinya) yang lahir dari ajang penciptaan lagu ini, diantaranya lagu 'Lilin-Lilin Kecil' (dinyanyikan oleh Chrisye) dan lagu yang ingin aku bahas lebih detail di postingan blog ku kali ini yaitu lagu berjudul 'Apatis', lagu yang versi originalnya dinyanyikan oleh Benny Soebardja dan liriknya ditulis oleh Inggrid Widjanarko. Buat kalian yang demen nonton film, mungkin nggak ngeh kalau lagu ini pernah diremake untuk soundtrack film 'Sang Pemimpi (2009)', dinyanyikan oleh Ipang Lazuardi, dan sekali lagi dijadikan soundtarck film 'Kucumbu Tubuh Indahku (2019)', dinyanyikan oleh Mondo Gascaro (eks personil band Sore).


Berikut sepenggal lirik dari lagu Apatis:


''Roda-roda terus berputar

Tanda masih ada hidup

Karena dunia belum henti

Berputar melingkar searah

Terik embun, sejuta sentuhan

Pahit mengajuk pelengkap

Seribu satu perasaan

Bergabung setangkup senada''


Belum keliatan ya dimana unsur apatisnya lagu ini dan ternyata kalau kita lanjutin dengerin lagunya, kita akan dapati lirik yang vibesnya encouraging, memberikan semangat, berlawanan dari kata apatis itu sendiri, cek lanjutan lirik lagunya di bawah ini:


''Sudah lahir, sudah terlanjur

Mengapa harus menyesal?

Hadapi dunia, berani

Bukalah dadamu

Tantanglah dunia

Tanyakan salahmu, wibawa''


Setelah baca lirik lagu di atas (atau kita juga langsung dengerin lagunya di platform pemutar musik online), aku jadi mikir kalo hook dari lagu ini tuh setidaknya ada dua (selain dari aransemen musiknya yang kece, tentunya).


Pertama, judul lagunya yang unik 'Apatis' yang secara harfiah artinya sifat yang menunjukkan ketidakpedulian dan keengganan untuk melakukan sesuatu. Yang kedua, lirik lagu yang berkontradiksi dengan judul lagunya, menciptakan vibes positif untuk yang mendengarkan, dan sangat easy listening. Ini wajib aku mention juga nih disini, berdasarkan wawancara yang aku tonton di channel YouTube 'Ngobryls', pengarang lagu ini, Inggrid Widjanarko, masih duduk di bangku SMP (SMP loh cuy!) waktu beliau menulis lagu ini. Anyways, di belakang lagu yang keren pastinya ada musisi-musisi keren yang turut berkontribusi juga. Musik-musik canggih untuk lagu-lagu di album LCLR ini digarap oleh musisi-musisi legendaris Indonesia, beberapa diantaranya adalah Jockie Soerjoprajogo, Keenan Nasution, dan Oding Nasution.


By the way, buat yang penasaran sama penampakan album LCLR, aku punya salah satu album kompilasinya dalam bentuk kaset, rilisan akhir taun 70-an, aku dapet album ini dari salah satu platform e-commerce, berikut foto-fotonya:


Cover depan album bergambar logo Radio Prambors yang populer sampai hari ini.


Album berisi total 20 lagu, 10 lagu untuk tiap-tiap side kasetnya.


Cukup dulu deh untuk postingan pertama aku kali ini, semoga tulisanku ini bisa nambah referensi pembaca dan buat aku pribadi tulisan ini bertujuan untuk turut mengarsipkan peninggalan karya-karya dari musisi legendaris Indonesia yang sungguh sangat terbatas info atau referensinya jika kita cari online. Yang masih penasaran sama lagu-lagu LCLR, boleh coba cari album fisiknya di marketplace, atau dengarkan lagu-lagunya di platform pemutar musik online. Salam.

21 views0 comments