Tips Mengatur Keuangan Ala Raditya Dika

Updated: Feb 11

Siapa sih yang nggak kenal Raditya Dika? Selain seorang stand-up comedian, Raditya Dika juga dikenal sebagai penulis, sutradara, dan aktor. Saya pribadi sudah mulai mengikuti karya-karya Raditya Dika sejak bukunya yang berjudul 'Kambing Jantan' diterbitkan sekitar tahun 2005/2006.


Belakangan ini di channel YouTube Raditya Dika yang memiliki hampir 10 juta subscribers, Raditya Dika sering membahas tema-tema manajemen keuangan & investasi, berikut beberapa tips mengatur keuangan yang berhasil membuat Raditya Dika saat ini memiliki cukup dana pensiun di usianya yang bahkan belum mencapai 40 tahun (gokil!).


  1. Belilah barang untuk diri sendiri, bukan untuk impress/membuat kagum orang lain. Beli barang karena kita butuh dan barang tersebut membuat kita happy/memberikan value yang maksimal untuk diri kita sendiri. Hal ini menghindarkan kita dari pemborosan karena membeli hal-hal yang kurang kita perlukan.

  2. Waktu adalah teman terbaik untuk investasi. Semakin lama kita berinvestasi, semakin besar hasil akhir yang kita dapatkan (dari compound interest).

  3. Uang keluar harus lebih sedikit dari pada uang masuk (jangan besar pasak daripada tiang).

  4. Tidak berhutang dan memberikan hutang ke orang lain. Contoh jika kita ingin membeli mobil, beli mobil yang sanggup kita bayar secara cash, jika mobil yang kita idamkan belum sanggup kita beli secara cash, maka fokus menabung dan berusaha untuk tingkatkan pendapatan kita. Jika ada orang yang ingin berhutang (uang), berikan opsi seperti hal apa yang dia bisa bantu atau kerjakan untuk kita dan kita bayar sesuai value yang dia berikan ke kita. Ingat banyak pertemanan/persaudaraan rusak karena hutang.

  5. Jika terpaksa untuk berhutang, berhutanglah untuk aset yang bertumbuh seperti hutang untuk membeli rumah, hindari hutang untuk aset yang nilainya turun seperti mobil.

  6. Gunakan kartu kredit dengan alasan memudahkan kita untuk mengecek pengeluaran bulanan dengan statement bulanan yang kita dapat dan jangan tunda untuk bayar tagihan kartu kredit (langsung bayar 100% tiap bulan).

  7. Jika memungkinkan, bayar sesuatu yang kita beli dengan uang cash bukan pakai kartu debit atau kartu kredit. Ada penelitian yang menyatakan, rasa 'sakit' yang ditimbulkan saat membayar dengan uang cash itu lebih tinggi dibandingkan membayar dengan kartu. Ada perasaan 'gak rela' ketika ketika ngeluarin uang cash saat membayar dibandingkan dengan hanya menggesek kartu debit/kredit walaupun jumlah yang dibayarkan sama besarnya. Hal ini membuat kita lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran.

  8. Fokus ke penghasilan, jangan hanya fokus pada berhemat, tapi pikirkan gimana caranya kita meningkatkan penghasilan (penghasilan tidak berfokus pada gaji saja, penghasilan bisa kita dapat dari bisnis online, bikin konten YouTube, atau membuka revenue stream yang berbeda dari keahlian yang kita punya).

  9. Pelajari instrumen-instumen investasi dan hubungannya dengan tujuan finansial kamu. Contoh jika ingin menyiapkan dana pensiun, maka bisa berfokus pada instrumen saham. Untuk tujuan finansial jangka pendek, ambil instrumen investasi yang risknya lebih kecil (walaupun return nya juga tidak terlalu tinggi) seperti deposito.

  10. Jika berinvestasi di saham, penting adanya diversifikasi saham, don't put all your eggs in one basket.

  11. Banyak penghasilan bukan berarti banyak pengeluaran (atau jor-joran dalam pengeluaran). Milikilah mindset 'banyak pengasilan = lebih banyak kesempatan untuk berinvestasi'.

  12. Tentukan budget (bulanan) secara mendetail, alokasikan pengasilan dengan baik, buat rincian persentase untuk tiap-tiap pos pengeluaran.

  13. Keluarkan uang untuk membeli pengalaman ketimbang terus-terusan membeli barang. Contoh sederhana, keluarkan uang untuk ntraktir makan sekeluarga atau berlibur bareng orang tua.

  14. Pikirkan cost per use tiap membeli barang, simplenya kalau memungkinkan lebih baik beli barang yang berkualitas dan agak mahal tapi awet dibandingkan beli barang murah tapi cepat rusak dan akhirnya beli terus-menerus barang yang sama.

  15. Pergi belanja sendiri, agar keputusan belanja kita tidak terpengaruh hasutan teman atau orang lain.

  16. Wajib bayar pajak dengan tertib.

  17. Jangan lupa berdonasi, rajin berdonasi memberikan rasa bahagia ke diri kita sendiri.

  18. Hubungan dengan uang adalah soal kebiasaan, kebiasaan boros sejak kecil akan susah diubah saat dewasa. Perlu komitmen dan fokus untuk berdisiplin dalam mengatur keuangan.

  19. Temukan pasangan/partner yang perilakunya terhadap keuangan juga sehat. Kalau kita sudah disiplin dengan uang tapi pasangan kita sebaliknya, ini bisa memicu permasalahan, jangan sampe berantem karena duit. Ingat konflik yang terjadi di rumah tangga sering kali dipicu karena permasalahan keuangan.

Link video YouTubenya bisa diakses disini: https://www.youtube.com/watch?v=WmIdpjLIVMI


Semoga bermanfaat.








35 views0 comments